Tim Ekspedisi LIPI Temukan Beragam Flora-Fauna Jenis Baru

posted in: Papua Barat, Sulawesi Barat, Sumba | 0

jenis baruJakarta (NusaReport) – Tim Ekspedisi Widya Nusantara 2016 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan beragam flora-fauna endemik dan sekitar 14 kandidat jenis baru dalam ekspedisi yang dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat (Sulbar), dan Papua Barat pada 14-29 April lalu.

“Dari ekspedisi ini, tim ekspedisi LIPI telah menemukan kandidat jenis baru,” kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Enny Sudarmonowati sebagaimana dilansir lipi.go.id, Selasa (31/5).

Selama 15 hari ekspedisi yang melibatkan peneliti LIPI dari berbagai disiplin ilmu berupaya mengeksplorasi dan menyingkap segala keanekaragaman hayati yang masih tersembunyi.

“Ekspedisi ini memadukan penelitian dasar eksploratif dengan mengidentifikasi kekayaan hayati tanah air, mencari potensi pengembangan dan inovasi untuk pangan, obat-obatan, energi dan pemanfaatan lainnya,” ujarnya.

Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI dari Tim Eksplorasi Gunung Gandang Dewata, Sulbar Anang S. Achmadi menjelaskan, keberadaan kandidat jenis baru yang belum terdeskripsi dan sebaran jenis endemik yang cukup melimpah membuktikan ekosistemnya masih berada dalam kondisi baik sehingga pengelolaan wilayah harus dilakukan dengan benar.

“Potensi sebagai kandidat jenis baru antara lain tikus yang memiliki nama lokal Lewa-Lewa dan Kambola, sedangkan kelompok hewan melata menemukan katak dari genus Limnonectes dan Oreophryne, serta kadal dari genus Sphenomorphus yang juga merupakan kandidat jenis baru,” katanya.

Di Papua Barat, tim berhasil menemukan 10 jenis hewan endemik Papua yang terdiri dari katak, kadal luar, dan bunglon.
“Tim kami juga berhasil mengisolasi 176 isolat khamir, 16 isolat enau, dan 28 isolat mikroalga untuk sampel air laut dan tawar,” ujar Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI Hari Nugroho.

Untuk tumbuhan, dari 435 spesimen tumbuhan yang berhasil dikoleksi, dijumpai beberapa catatan penting berupa kandidat jenis baru dari tumbuhan Semecarpus sp dan intra spesifik jenis Diospyros sp.

Di Sumba, NTT, tim peneliti yang dipimpin Oscar Efendy berhasil mencatat sebanyak 266 jenis tumbuhan biji dan 15 jenis tumbuhan paku.

“Tim juga berhasil mengoleksi 84 koleksi jamur makro yang tergolong pada kelompok Basidiomycota dan Ascomycota serta 223 koleksi lumut-lumutan,” kata Oscar.

Timnya juga menemukan beberapa catatan baru yakni Freycinetia rigidifolia dari suku pandan-pandanan yang belum pernah dilaporkan sebelumnya dari kawasan timur flora malaesiana atau di sebelah timur garis Wallace.

“Sebanyak 726 jenis tumbuhan terpilih akan dikoleksi dan ditanam sebagai koleksi hidup di Kebun Raya Bogor,” ujarnya.

Sedangkan untuk hewan, tim berhasil mendokumentasikan sebanyak 19 jenis hewan mamalia terdiri atas 17 reptil dan lima amfibi, 633 lalat dan 54 jenis burung.

“Juga ditemukan tiga jenis serangga perusak dan dua jenis kumbang kayu,” kata Oscar. (sch/cpt)

Sumber Berita : NUSA REPORT

Leave a Reply