LIPI Temukan Ayam Hutan Hijau Endemik Sumba

posted in: Sumba | 0
ayam
Ayam hutan hijau (Gallus varius) dari hutan Wanggameti, Sumba

Cibinong. Eksplorasi Bioreources IPH LIPI yang tergabung dalam tim Ekspedisi Widya Nusantara 2016 telah digelar semenjak tanggal 16 April 2016 yang lalu. Kawasan yang ditarget untuk dieksplorasi dalam minggu pertama adalah Seksi I TN. Laiwangi Wanggameti yang berada di kawasan gunung Wanggameti.

Dalam kegiatan penjelajahan kawasan hutan gunung Wanggameti, tim ekplorasi bioresources telah berhasil menemukan dan mengkoleksi berbagai jenis tumbuhan, hewan dan mikroba unik dan endemik di kawasan tersebut. Di kawasan hutan gunung Wanggameti yang mencapai puncak tertinggi 1.222 m dpl tersebut, tim ekplorasi berhasil menemukan beberapa jenis tumbuhan dari famili Pandanaceae dari suku Freycinetia yang diduga jenis baru. Di samping itu beberapa jenis reptil seperti ular berhasil ditemukan di puncak tertinggi Wanggameti tutur Koordinator lapangan Oscar Effendy.

Salah satu jenis burung, yaitu ayam hutam hijau (Gallus varius) berhasil juga ditemukan dan dikoleksi oleh tim eksplorasi LIPI di Wanggameti. Ayam hutan hijau ini merupakan ayam liar yang endemik di pulau Sumba dan berbeda dengan ayam hutan merah (Gallus gallus) yang ada di Sumatera maupun Kalimantan tutur Hidayat Ansari, seorang peneliti ahli ayam di LIPI yang tergabung dalam Tim eksplorasi ini. Perbedaan ayam hutan hijau dengan ayam hutan merah yang ada di bagian barat Indonesia adalah pada bentuk ranggah atau jenggernya. Ranggah ayam hutan hijau berbentuk lancip dan agak meninggi di bagian belakangnya. Sementara ayam hutan merah dari Indonesia bagian Barat memiliki ranggah atau jengger yang sama tinggi depan belakang dan bagian atas yang bergelombang.

Tidak seperti halnya ayam hutan merah (Gallus gallus) yang memiliki persebaran sampai ke daratan Asia, ayam hutan hijau ini memiliki daerah persebaran yang lebih sempit yaitu Nusa Tenggara, Bali dan beberapa kawasan terbatas di Jawa.

Spesimen ayam hutan hijau endemik Sumba ini memiliki arti yang sangat penting untuk memetakan persebarannya di Indonesia karena ayam hutan ini merupakan salah satu tetua ayam kampung yang banyak dikenal di masyarakat. Pemetaan tersebut akan dilakukan melalui analisis DNA dan akan dibandingkan dengan seluruh DNA ayam hutan dari berbagai wilayah Indonesia yang sudah pernah dikoleksi oleh Pusat Penelitian Biologi LIPI tutur Hidayat Anshari.

Andria Agusta

Koordinator Eksplorasi Bioresources IPH LIPI 2016

Leave a Reply