Tim Ekspedisi Widya Nusantara (E-Win) LIPI 2016 Disambut Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur

posted in: Sumba | 0

andriaWaingapu. Kedatangan tim ekspedisi E-Win LIPI disambut dengan gembira oleh stakeholder yang ada di Sumba. Hal ini ditunjukkan dengan adanya dukungan dari pihak Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti dan Pemerintah Daerah, khususnya Kabupaten Sumba Timur yang menjadi wilayah ekspedisi. Rasa senang dari stakeholder juga dibuktikan dengan adanya undangan ramah tamah dengan Bupati, Wakil Bupati, dan Kepala Taman Nasional. Dalam ramah tamah ini semua anggota tim ekspedisi diundang untuk makan malam bersama sekaligus juga diskusi dan penyambutan oleh Pemda.

Bertempat di Aula Serba Guna Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur menerima tim peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang akan mengeksplorasi keanekaragaman hayati Pulau Sumba. Dalam kegiatan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si dalam kata sambutannya mengatakan mendukung penuh kegiatan LIPI dan mengharapkan hasil-hasil penelitian segera dapat diketahui supaya dapat digunakan oleh pemerintah daerah untuk pembangunan wilayah. Bupati sangat senang jika bisa menggunakan hasil-hasil penelitian LIPI sebagai kebijakan dalam membangun masyarakat. Selain itu, hasil-hasil penelitian LIPI juga dapat berguna untuk pengembangan teknologi lokal yang sudah lama dipraktekkan oleh masyarakat Sumba.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati, Umbu Lili Pekuwali ST. MT juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kehadiran tim ekspedisi LIPI. Dalam kata sambutannya, wakil bupati mengatakan dengan adanya penelitian maka akan ada pengembangan sumberdaya alam yang ada di Sumba lebih lanjut. Pemerintah daerah mengharapkan LIPI dapat mengembangkan teknologi yang tepat guna dan mudah digunakan oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan hasil-hasil pertanian dan perkebunan masyarakat. Dengan peningkatan produksi, maka kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat.

Jati
Penyerahan Bibit Jati Platinum LIPI kepada Bupati Sumba Timur

Selain menyambut, Bupati juga secara resmi memberangkatkan tim Eksplorasi Widya Nusantara-LIPI untuk melakukan penelitian di Kawasan Sumba, khususnya Sumba Timur. Setelah acara ramah tamah dan diakhiri dengan makan malam bersama, Bupati dan Wakil Bupati dalam kesempatan tersebut juga menerima cinderamata berupa bibit jati platinum hasil penelitian Pusat Penelitian Biologi-LIPI. Bibit jati ini adalah hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh Laboratorium Kultur Jaringan, Pusat Penelitian Biologi-LIPI. Bupati, Wakil bupati, dan Kepala Taman Nasional terlihat antusias dalam menerima bibit jati. Selama ini, jati memang dapat tumbuh dengan baik di Sumba, hanya saja belum dikelola dengan baik dan masih kalah populer dari cendana (Santalum album).

Tim ekspedisi, melalui kordinator kegiatan juga memberikan kaos dan topi ekspedisi. Setelah menerima seragam ekspedisi Bupati dan Wakil Bupati berkenan menggunakan topi ekspedisi, sebagai simbolisasi dari rasa senang, dukungan, dan siap membantu tim ekspedisi dalam kegiatan penelitian di Sumba.

Turut serta dalam eksplorasi ini adalah rombongan dari Pusat Teknologi Informasi Komunikasi dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud yang akan membuat film pendidikan ilmu pengetahuan. Pembuatan film ini penting sebagai mata ajar ilmu pengetahuan khusunya biologi kepada para siswa, selain ini melalui film ini diharapakan ada siswa-siswa yang kemudian tertarik menjadi ilmuwan.

Sebelum sambutan dari Wakil Bupati dan Bupati, terlebih dahulu sambutan disampaikan oleh Kepala Pihak Taman Nasional, sebagai ‘tuan rumah’ acara ramah tamah. Menurut Kepala Taman Nasional, Hart Lamer Susetyo, dalam kata sambutannya mengatakan sangat senang dan mendukung hadirnya para penelitian di Sumba, khusunya kawasan Taman Nasional. Hasil-hasil penelitian LIPI sangat berguna dalam usaha pelestarian lingkungan dan pengelolaan kawasan konservasi.

Dari tim ekspedisi, kata sambutan disampaikan oleh kordinator kegiatan E-Win, Dr. Andria Agusta. Menurutnya, Pulau Sumba dipilih karena memiliki keunikan geografi, ekosistem dan budaya. Adapaun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap kekayaan tetumbuhan, binatang, mikroba, dan pengetahuan masyarakat untuk kemudian dikembangkan menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Andria Agusta, dalam kata sambutannya juga mengatakan bahwa data keanekaragaman hayati Pulau Sumba yang sudah teridentifikasi dan diketahui manfaatnya masih sedikit. Baik data tumbuhan yang disimpan di Herbarium maupun data binatang yang ada di Musium Zoologi. Data tentang mikroba bisa dikatakan belum ada sama sekali. Padahal, kalau dilihat dari kondisi yang ada di Sumba, menurut Andria sangat besar kemungkinan akan dijumpai tidak saja jenis baru tetapi juga mikroba yang potensial untuk dikembangkan menjadi obat-obatan dan energi baru.

Kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh LIPI dengan mengajak pihak pemerintah daerah serta stakeholder lainnya adalah upaya membangun kemitraan. Dengan kemitraan ini diharapkan terbangun sinergi program pembangunan karena pada akhirnya, yang akan menerima manfaat dari penelitian adalah masyarakat secara umum.

Artikel ditulis oleh: M. Fathi Royani dan Oscar Efendy

Leave a Reply