LIPI Eksplorasi Hayati Sumba Keragaman Tumbuhan dan Hewan

posted in: Sumba | 0

tribunPOS KUPANG.COM, WAINGAPU – Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengeskplorasi keanekaragaman hayati Pulau Sumba, khususnya di Kabupaten Sumba Timur. Peneliti sebanyak 33 orang dengan keahlian yang berbeda-beda ini, tergabung dalam Tim Ekspedisi Widya Nusantara (E-Win) LIPI 2016.

Dalam rombongan yang dikoordinir Dr. Andria Agusta, turut serta unsur dari Pusat Teknologi Informasi Komunikasi dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud yang akan membuat film pendidikan ilmu pengetahuan.

Sebelum melakukan penelitian, Tim E-Win LIPI 2016 bertatap muka dengan Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si, Jumat (15/4/2016) di Aula Serba Guna Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti, dihadiri Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, ST, MT dan Kepala Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti, Hart Lamer Susetyo.

Mbilijora mengatakan, mendukung kegiatan LIPI dan mengharapkan hasil-hasil penelitian segera diketahui supaya dapat digunakan oleh pemerintah daerah untuk pembangunan wilayah.

Mbilijora menyatakan, sangat senang jika bisa menggunakan hasil-hasil penelitian LIPI sebagai kebijakan dalam membangun masyarakat.

Selain itu, hasil-hasil penelitian LIPI juga dapat berguna untuk pengembangan teknologi lokal yang sudah lama dipraktekkan oleh masyarakat Sumba.

Umbu Lili Pekuwali mengatakan, melalui pengembangan sumberdaya alam yang ada di Sumba, diharapkan LIPI mengembangkan teknologi yang tepat guna dan mudah digunakan oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan hasil-hasil pertanian dan perkebunan.

“Dengan peningkatan produksi, maka kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat,” kata Pekuwali.

Kepala Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti, Hart Lamer Susetyo sangat senang dan mendukung hadirnya para peneliti yang melakukan penelitian di Sumba, khusunya kawasan Taman Nasional.

Menurutnya, hasil-hasil penelitian LIPI sangat berguna dalam usaha pelestarian lingkungan dan pengelolaan kawasan konservasi.

Kordinator E-Win LIPI 2016, Dr. Andria Agusta menjelakan, Pulau Sumba dipilih karena memiliki keunikan geografi, ekosistem dan budaya.

Adapaun tujuan dari penelitian, lanjutnya, untuk mengungkap kekayaan tetumbuhan, binatang, mikroba, dan pengetahuan masyarakat untuk kemudian dikembangkan menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat.(aca).

Leave a Reply