PENANGANAN GAWAT DARURAT DI ALAM BAGI TIM EKPEDISI

posted in: Papua Barat, Sulawesi Barat, Sumba | 0

B-3Klik Untuk Lihat Foto Lainnya

Berkaitan dengan rencana pemberangkatan tim Ekspedisi Widya Nusantara (EWIN) dan Eksplorasi Bioresources 2016, mengundang narasumber Dr. dr. Tri Maharani, M.Si., Sp.EM. (Staf Krisis Bencana-Dinkes Provinsi Jatim; Kepala IGD RS), bertempat di ruang seminar besar Bidang Botani/Mikrobiologi, Puslit Biologi LIPI, Cibinong Science Center, pada Rabu, (13/04).

BJ-6Acara ini dibuka oleh Dr. Ir. Witjaksono, M..Sc., selaku Kepala Pusat Penelitian Biologi – LIPI,  yang dihadiri 75 orang terdiri dari Pejabat Struktural di Lingkungan Puslit Biologi LIPI, UPT BIT LIPI, PKT Kebun Raya LIPI, Koordinator dan Tim Eksplorasi Puslit. Biologi LIPI, Koordinator E-WIN di Kedeputian IPSK dan IPT, Puslit. Biomaterial LIPI, Puslit Bioteknologi LIPI, Pustekkom, Media cetak dan online, bertujuan memberikan pencerahan pembekalan mengenai penanganan kasus emergensi di lapangan bagi tim ekpedisi.

BJ-7Tri Maharani, selaku narasumber dalam presentasinya memaparkan beberapa kasus dilapangan bagi tim ekpedisi mudah sekali dijumpai, keadaan situasi dan kondisi gawat darurat dapat kita alami sewaktu-waktu. Untuk itu Beliau memberikan stategi penanganan situasi darurat seperti jangan panik dan tetap tenang serta fokus melihat kondisi seseorang. “Penanganan yang tepat, efisien dan mudah sangat diperlukan”, jelasnya.

BJ-5Kejadian kasus henti jantung menjadi sesuatu yang sering terjadi mendadak. Penanganan yang mudah untuk dilakukan seperti resusitasi jantung paru/ pijat jantung namun masih banyak yang belum memahami cara penanganan lebih lanjut,  sehingga tindakan awal ini jarang dilakukan saat terjadi henti jantung apalagi di lapangan, tegasnya.

Diharapkan dengan strategi penanganan ini bermanfaat  dan menjadi pembekalan bagi tim ekpedisi.

B-2

B-1Klik Untuk Lihat Foto Lainnya

Artikel Ditulis Oleh : Sri Handayani (Humas P2 Biologi – LIPI)

Leave a Reply