LIPI akan Eksplorasi Kekayaan Hayati Gunung Gandang Dewata

posted in: Sulawesi Barat | 0

anangJakarta – Sekitar 30 orang tim peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan melakukan eksplorasi penelitian di kawasan hutan di Gunung Gandang Dewata. Tim akan meneliti berbagai potensi sumber daya alam yang terkandung di hutan tersebut.

Peneliti LIPI Anang Achmadi menjelaskan, eksplorasi akan dilakukan dengan tim penuh yang di antaranya terdiri dari ahli zoologi, geologi, botani dan microbiologi. Seluruh potensi sumber daya alam akan diteliti sesuai keahlian tim, termasuk pemanfaatan sumber daya alam oleh masyarakat dan dampaknya terhadap perekonomian setempat. Tim juga berharap, ke depan kawasan Gunung Gandang Dewata akan dijadikan kawasan Taman Nasional. Sebab saat ini status gunung tersebut masih sebagai kawasan hutan lindung.

“Rencananya eksplorasi selama 20 hari, tapi mungkin di lapangannya 12 hari karena terkait perizinan,” ujar Anang saat berbincang dengan detikcom, Senin (11/4/2016).

Eksplorasi ini dilakukan mengingat begitu besarnya potensi kekayaan hayati di kawasan Gunung Gandang Dewata. Hal ini ditandai dari penemuan 3 genus baru tikus yakni tikus ompong atau aucidentomys vermidax, tikus air atau Waiomys mamasae dan tikus hidung babi atau Hyorhinomys stuempkei.

“Dari satu kelompok hewan saja banyak ditemukan spesies baru, maka kemungkinan untuk kelompok hewan lain juga masih sangat besar seperti serangga dan tanaman baru,” kata Anang.

Anang mengatakan, sejak tahun 2010 LIPI telah melakukan penelitian di berbagai hutan di kawasan Sulawesi. Setelah 6 tahun meneliti, kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya 3 genus baru tikus.

“Saat pertama koleksi dari lapangan, tidak tahu apa hewan ini. Kita coba cocokkan, tidak ada yang match. Kita bawa ke lab, memang menunjukkan bahwa populasi tikus ini beda dari yang sudah ada,” terangnya.

Tim LIPI yang bekerjasama dengan Museum Victoria Australia kemudian melakukan analisa deskripsi. Mereka lantas mempublikasikan dalam jurnal dan menyebut bahwa tikus akar merupakan spesies baru.

Sumber : Detik

Leave a Reply