Letkol Yuri: Ekspedisi NKRI Akan Tindak Tegas Oknum TNI yang Selundupkan Satwa Liar

posted in: Tambora | 1
6 spesiesKepala Bagian Operasi Ekspedisi NKRI 2015 Letkol Inf. Yuri Elias Mamahi mengatakan pihaknya akan melakukan tindakan tegas apabila selama ekspedisi ditemukan adanya oknum TNI atau Polri yang menangkap, memelihara,  atau memperdagangkan satwa liar yang dilindungi undang-undang.
“Kami akan menindak tegas kalau mereka kedapatan menangkap, memelihara atau memperdagangkan satwa liar seperti burung kakaktua atau satwa lainnya,” kata Kepala Bagian Operasi Ekspedisi NKRI 2015 Letkol Inf. Yuri Elias Mamahi dalam diskusi publik  temuan enam spesies baru di Gunung Tambora, Sumbawa, yang diadakan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta, Selasa (12/5/2015).
Letkol Yuri didampingi oleh Dr. Cahyo Rahmadi (Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI)  dan Nur Tri Aries Suestiningtyas, MA (Kepala Biro Kerjasama, Hukum dan Humas LIPI). Menurut Letkol Yuri yang sehari-hari bertugas di Kopassus itu, di sekitar Gunung Tambora yang meletus 200 tahun lalu itu terdapat banyak satwa endemik yang mempunyai  bentuk dan warna yang sangat indah.
“Hal itu membuat banyak orang yang berusaha menyelundupkan ke luar dari wilayah Gunung Tambora,” katanya.Menurut dia, kalau ada oknum aparat TNI atau Polri yang kedapatan menyelundupkan satwa liar tersebut akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Temuan Spesies baru
Dr. Cahyo Rahmadi (Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI)  mengatakan LIPI yang ergabung bersama tim Ekspedisi NKRI 2015 menemukan enam spesies baru di Gunung Tambora.
“Espedisi ini dilakukan dalam rangka eksplorasi potensi  kekayaan hayati uutuk memperingati 200 tahun letusan Gunung Tambora. Yang menarik, temuan tersebut merupakan spesies endemik,”  katanya.
Menurut Cahyo, kepulauan Indonesia  memiliki potensi besar yang belum terungkap, baik sumber daya alam hayati, keunikan budaya dan potensi kelautannya. Salah satu yang belum terungkap potensinya  adalah Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa.
“Gunung  ini mempunyai ketinggian 2.851 mdpl dan masuk ke dalam wilayah Kabupaten Dompu  dan Kab. Bima, NTB,” katanya.
Memperingati 200 tahun letusan besar Gunung Tambora, LIPI telah mengirimkan tim untuk melakukan eksplorasi pada 16 April lalu, katanya.
“Kegiatan eksplorasi ini melibatkan 48 orang meliputi 16 orang dari LIPI, tujuh orang tim ekspedisi NKRI, enam orang dari Kantor Seksi Konservasi Wilayah III Bima Dompu dan masyarakat setempat.

One Response

  1. nice info. memang harus ditindak tegas tidak pandang bulu

Leave a Reply