Tawon, Si Pengendali Hama

posted in: Tambora | 0
tawon
Tawon parasit/Ilustrasi (Dok / onewebid.blogspot.com)
MAGELANG – Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati 20 Mei atau Rabu ini, dapat dimaknai antara lain dengan mengingat kembali berbagai potensi kekayaan negeri yang patut disyukuri. Salah satu kekayaan hayati yang selama ini belum mendapatkan perhatian adalah tawon. Fauna kecil bersayap sejenis lebah ini memiliki manfaat yang tidak bisa diremehkan.
Hari Nugroho, peneliti entomologis dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan hal ini kepada SH, Rabu (20/5) pagi. Ia menjelaskan, tawon (wasp) berbeda dengan lebah (bee), karena binatang ini tidak menghasilkan madu. Tawon secara umum merupakan predator atau pemangsa dan parasitoid. Lebah umumnya lebih dikenal sebagai penghasil madu—walau ada jenis-jenis lebah yang tidak menghasilkan madu.
Sengat pada tawon betina (tawon predator) berfungsi sebagai alat berburu mangsa.  Sengat pada lebah sebagai alat pertahanan diri terakhir terhadap gangguan atau ancaman. “Tawon memiliki peran penting dalam ekosistem kita,” ujar Hari.
Pengendali Hama
Ia menjelaskan, tawon pemangsa berperan sebagai pengendali hama hayati (biological control). Peran tersebut terkait sifat mereka sebagai pemangsa ulat atau larva serangga lain, yang sering kali merupakan hama bagi banyak tanaman pertanian atau perkebunan.
Hari mengatakan, tawon juga sering mengunjungi bunga untuk mendapatkan nektar sebagai sumber energi mereka. Perilaku tersebut membuat mereka juga memiliki peran dalam proses penyerbukan bunga (pollinator).
“Fungsi lainnya, tawon dapat digunakan sebagai bio-indikator kualitas ekosistem atau lingkungan, serta untuk melihat ada atau tidaknya gangguan habitat,” ucap Hari.
Kekayaan Negeri
Ia mengatakan, saat ini, Indonesia memiliki tawon, khusus famili Vespidae, sebanyak 383 jenis. Jumlah tawon dari famili selain Vespidae belum terdata.

Namun, perkiraan jumlah untuk seluruh spesies ordo Hymenoptera di Indonesia total mencapai sekitar 200.000 jenis. “Ordo Hymenoptera antara lain terdiri atas tawon, lebah, dan semut,” ujarnya.
Ia mengatakan, peran ordo Hymenoptera sangat penting dalam ekosistem. Mereka ada yang berfungsi sebagai penyerbuk (tawon, lebah) dan ada pula yang berperan sebagai pengendali hama hayati (tawon predator dan parasitoid), serta berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah (semut). “Tentu, peran mereka tidak lepas dari peran organisme lain dalam ekosistem,” kata Hari.
Tawon di Tambora
Peneliti dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, yang menjadi salah satu peneliti Ekspedisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di kawasan Tambora, Dr Cahyo Rahmadi mengatakan, spesies tawon yang ditemukan di kawasan Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat merupakan jenis-jenis yang sudah dikenal. Menurutnya, terdapat dua jenis yang merupakan jenis endemik kawasan Nusa Tenggara, yakni Delta nigriculum dan Coeleumenes multicolor.
Cahyo mengatakan, keberadaan fauna di Tambora, termasuk tawon, sangat penting bagi kelestarian ekosistem hutan alami di kawasan tersebut. Menurutnya, hilang atau berkurangnya populasi tawon yang merupakan penyerbuk utama bagi vegetasi hutan, tentu akan berdampak terhadap regenerasi kawasan hutan di Tambora.

Sumber : Sinar Harapa

Leave a Reply