Ekspedisi NKRI bersama LIPI Temukan Enam Spesies Baru di Tambora

posted in: Tambora | 0

kalajengkingEKSPEDISI NKRI 2015 (15/5),- Tim Ekspedisi NKRI bersama Lembaga Ilmu pengetahuan Indoesia (LIPI) yang tergabung dalam Tim Flora dan Fauna Temukan Enam Spesies baru di Gunung Tambora.

Tim Ekspedisi NKRI Subkorwil 4/Bima bersama Tim peneliti dari LIPI pada 16 – 30 April lalu melakukan eksplorasi, di Gunung Tambora. Kegiatan ini melibatkan 48 orang, meliputi 16 orang dari LIPI, tujuh orang tim ekspedisi NKRI, enam orang dari kantor seksi konservasi wilayah III Bima Dompu, serta masyarakat setempat.

Temuan yang paling menarik adalah beberapa spesies yang diyakini merupakan spesies baru, khususnya dari kelompok fauna, dan pertama kali ditemukan di gunung Tambora.”Sedikitnya ada enam spesies baru terdiri dari dua spesies cicak (Reptil), dua spesies kupu-kupu malam dan dua spesies kalacemeti, serta opiliones,” ungkap Deputi Ilmu pengetahuan Hayati (IPH) LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati.

Temuan ini akan memberikan kontribusi pada pengetahuan keanekaragaman Hayati di Indonesia, khususnya Gunung Tambora, lanjutya. Menurut Peneliti Pusat Penelitian (Puslit) Biologi LIPI, Dr. Cahyo Rahmadi yang juga merupakan ketua tim LIPI dalam ekspedisi tersebut, beberapa spesies yang ditemukan merupakan spesies endemik  Nusa tenggara Barat.

“Spesies endemik yang ditemukan yaitu spesies kelelawar, enam spesies burung endemik Nusa Tenggara Barat dan beberapa spesies baru yang diyakini merupakan spesies yang sebarannya sangat terbatas,” jelasnya.

Cahyo menuturkan, untuk kondisi hutan dijalur pendakian Kawinda Toi masih sangat bagus. “Kondisi kekayaan spesies flora dalam setengah hektar mencapai 22 spesies dan Elaeocarpus Batudulangi merupakan spesies endemik dari kelompok flora,” imbuh cahyo. Pohon tersebut memiliki karakteristik sebagian besar daunnya telah menguningdan kemudian gugur yang merupakan ciri umum hutan daeah kering, sambungnya.

Adapun spesies yang banyak dijumpai sepanjang jalur pendakian Kawinda Toi, yaitu Duabanga moluccana Blume Engelhardia spicata lech. Ex Blume, Acronychia trifoliata Zoll.,dan Syzigium spp. Tim juga berhasil mencatat 46 spesies burung dimana tiga spesies merupakan burung migran, 21 spesies reptil dan empat spesies amphibi dari berbagi marga.” Jumlah spesies ini dapat bertambah setelah dilakukan kajian lebih mendalam untuk mengenali setiap spesies yang dikoleksi,”imbuh Cahyo.

Kelompok mamalia sedikitnya ditemukan 10 spesies terdiri dari tiga spesies kelelawar, tiga spesies tikus, satu spesies primata, satu spesies musang dan beberapa mamalia lain seperti babi dan rusa yang banyak ditemukan melintas dijalan. Pada kelompok kerabat Kalajengking, kalacemeti dan laba laba ditemukan sedikitnya 10 spesies dengan rincian satu spesies kalajengking, satu spesies kalacemeti, satu spesies kalacuta, tiga spesies opiliones dan lebih dari empat spesies  laba laba. “Keanekaragaman kalajengking maupun laba laba relatif rendah dengan kondisi hutan yang masih sangat bagus seperti dijalur pendakian Kawinda Toi,”tutur Cahyo.

Untuk kelompok serangga seperti kupu kupu malam tercatat sedikitnya 230 spesies dari ketinggian 100 mdpl dan 500 mdpl.”Pada kelompok Tawon sedikitnya ditemukan 27 spesies, dan dua spesies lebah madu yang sangat potensial nilai ekonominya,”tutup  Cahyo.

Kepala Bagian Operasional Ekspedisi NKRI 2015 Letkol Inf Yuri Ilyas Mamahi di Gedung Sasana Widya Sarwono LIPI Jakarta, Selasa (12/05) menyampaikan,” Ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara Tahun 2015 ini merupakan kegiatan ekspedisi yang  ke-5, setelah berturut-turut dilaksanakan Ekspedisi Bukit Barisan di Sumatera Tahun 2011, Ekspedisi Khatulistiwa di Kalimantan Tahun 2012, Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi Tahun 2013,serta Ekspedisi NKRI Koridor Maluku dan Maluku Utara Tahun 2014″.

Selain di wilayah Bima, Peserta Ekspedisi NKRI 2015 ditempatkan di wilayah Karangasem, Lombok Timur, Sumbawa, Alor, Sumba Barat Daya, Ende, dan Belu. 

Ekspedisi NKRI selain menggali potensi yang ada di daerah meliputi flora dan fauna serta kekayaan alam yang belum diberdayakan, juga melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, melalui kegiatan pembangunan karakter dan bela negara, penyuluhan Keluarga Berencana, Keluarga Pra-sejahtera, penyuluhan kelestarian Sumber Daya Alam, pengobatan massal,bakti sosial,karya bakti infrastruktur sekolah dan tempat ibadah, kegiatan sanitasi lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sumber :  T N I

Leave a Reply