Tim Ekspedisi Rekomendasi Ada Raja Ampat di Kaimana

posted in: Lengguru | 0

Kaimana

JAKARTA (HN) -Tim Ekspedisi Lengguru 2014 yang merupakan gabungan peneliti dan teknisi dari Indonesia dan Eropa yang menjelajahi sejumlah lokasi massif Lengguru memberikan dua rekomendasi awal kepada Pemerintah Kabupaten Kaimana, Papua Barat.

“Kami beri masukan untuk Pemkab (Pemerintah Kabupaten Kaimana), potensi apa saja yang mungkin dikembangkan. Mungkinkah ada Raja Ampat lain di Kaimana dengan adanya ekowisata dan apakah mungkin ada sumber listrik baru dari mikro hidro yang memanfaatkan sungai di Lengguru,” kata koordinator tim Ekspedisi Lengguru 2014 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Gono Semiadi di Jakarta, Sabtu.

Berdasarkan justifikasi awal, ia mengatakan tim memberikan rekomendasi untuk pemanfaatan aliran sungai di Lengguru untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dengan pengembangan mirko hidro. Sedangkan rekomendasi kedua, yakni pengembangan ekowisata perairan di Pulau Adi.

“Dengan Bupati Kaimana yang sekarang, kalau pun rekomendasi ini diajukan maka wisata yang terbentuk pasti ekowisata, dia tidak mau kondisi di sana berubah. Rekomendasi mikro hidro saja menggunakan teknologi terbaru yang diusahakan minim konstruksi sehingga tidak banyak merubah apa pun dari alam,”ujar dia.

Ketua tim Ekspedisi Lengguru dari I’Institut de Rechere pour le Developpment (IRD) Prancis Laurent Pouyaud mengatakan ekosistem luar biasa pada Karst Lengguru yang terbentuk dari erosi kapur selama jutaan tahun merupakan potensi wisata.

“Ini potensi untuk masyarakat Indonesia, potensi wisata. Tim ekspedisi yang melakukan penyelaman di sungai bawah tanah juga menemukan lukisan-lukisan di dinding-dinding di bawah gunung,”ujar dia.

Peneliti asal Prancis ini merekomendasikan penataan wilayah di Lengguru yang dapat dimanfaatkan untuk ekowisata dan wilayah yang harus dilindungi keberadaannya untuk aktivitas terbatas seperti penelitian. Bagaimana pun masyarakat juga perlu mendapat kesempatan belajar dengan melihat langsung ke Lengguru.

Sedangkan potensi energi listrik dari mikro hidro yang memanfaatkan aliran sungai di Lengguru, menurut Pouyaud, cukup besar mencapai hingga 10 Mega Watt.

Sementara itu, peneliti molusca dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Ucu Yanu Arbi mengatakan perairan di Kaimana memiliki spesies biota laut yang unik karena spesies yang banyak dijumpai di perairan Indonesia lainnya jarang ditemui di tempat ini. Perairan ini seperti tertutup dari lokasi lain.

Untuk itu, ia merekomendasikan salah satu pulau di Kaimana yakni Pulau Adi yang juga memiliki keanekaragaman hayati cukup baik dan mirip dengan yang dimiliki Pulau Nusa Ulan menjadi lokasi yang dapat dikembangkan untuk ekowisata. (mul)

Leave a Reply