Ekspedisi Lengguru : Ungkap Keragaman Hayati Papua Barat

posted in: Lengguru | 0

papuaPusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar ekspedisi Lengguru guna mengumpulkan keragaman hayati di Papua Barat.

Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain mengatakan ekspedisi penelitian melibatkan sekitar 50 staf peneliti dan teknisi asal Indonesia, 27 staf peneliti dan teknisi luar negeri.

“Kerja sama ini akan lebih meningkatkan kemampuan dan kapasitas peneliti sumberdaya peneliti Indonesia pada masing-masing bidang kepakaran. Ekspedisi ini merupakan salah satu proyek ilmiah terbesar di Indonesia,” katanya dalam keterangan pers diterima redaksi, Rabu (26/11).

Kegiatan ini disokong I’Institut de Rechere pour le Developpement (IRD), Akademi Perikanan Sorong (APSOR), Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Kaimana, Universitas Negeri Papua, Universitas Cendrawasih, dan Universitas Musamus mengadakan Ekspedisi Ilmiah LENGGURU pada 17 Oktober-20 November 2014 lalu.

Menurut dia, ekspedisi Lengguru 2014 akan mengenali potensi dan keberagaman biodiversitas serta hubungannya dengan proses evolusi dan persebarannya dari beberapa sudut ilmu pengetahuan terkait molekuler, ekologi, taksonomi dan kebumian.

Hingga saat ini, belum ada catatan zoologi maupun botani mengenai Lengguru secara mendalam. “Secara geologis, massif Lengguru memiliki peran yang sangat signifikan terhadap proses diversifikasi biologi, dan memungkinkan menjadi rumah bagi ratusan spesies endemik tertua di Nugini dan Kepala Burung Papua,” Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI Witjaksono.

Ekspedisi ini memadukan pendekatan molekuler, morfologi, ekologi, geologi, serta paleontologi. Pendekatan terpadu ini memberi peluang untuk melakukan uji kapasitas jejaring karst di Papua Barat sebagai reservoir kuno, pusat endemisitas, maupun tempat lahirnya keanekaragaman hayati.

“Bentang alam yang khas ini merupakan habitat bagi sejumlah besar labirin alami, baik yang berada di permukaan, bawah tanah, maupun wilayah lautan,” katanya.

Ekosistem asli di Lengguru yaitu karren, polje, sump, sungai, serta danau endorheik, doline, gua, dan sistem sungai bawah tanah. Sebagai petualangan ilmiah, ekspedisi Lengguru juga menjadi proyek edukatif dan budaya.

Reporter : Luther Sembiring

Redaktur : Luther Sembiring

Artikel ini ditulis oleh JURNAS.COM : Rabu, 26 November 2014 , 17:12:00 WIBpapua

Leave a Reply