EKSPEDISI ke Pulau ENGGANO, Eksplorasi PENGETAHUAN Hayati

posted in: Enggano | 0
perahu
Ilustrasi Penelitian Keanekaragaman Hayati di Wilayah Perairan…” Photo By : Red.NRMnews,com

“…NRMnews.com – JAKARTA, Sebanyak 50 orang Tim ekspedisi LIPI melalui Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati akan melakukan penelitian selama 20 hari di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Propinsi Bengkulu.

Koordinator Penelitian Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Amir Hamidi mengatakan, berdasarkan grand desain risetnya, dimana Pulau Enggano akan diangkat untuk di eksplore atau untuk penelitian dengan beberapa alasan dan pertimbangan yang salah satunya keunikan dari pulau Enggano.

“…Mengingat keberadaan pulau tersebut tidak pernah bergabung dengan Sumatera, sehingga isolasi antara pulau Enggano dengan pulau Sumatera cukup lama dan proses spesies terjadi disana, makanya banyak jenis-jenis endemik yang artinya jenis-jenis yang hanya ditemukan ada di pulau Enggano…”, ujarnya, Jumat (17/04/2015) .

Dikatakan Amir, secara Geopolitik keberadaan pulau Enggano cukup strategis karena ini masuk jalur perdagangan Internasional. Selain itu, pulau Enggano terletak paling Barat dan Selatan, sehingga secara nasional pemerintah pusat mencoba memfokuskan untuk melihat Enggano dalam sisi geopolitik.

“…Ekspedisi yang kita lakukan ini upaya untuk eksplorasi, maka kita akan mendata untuk mencari semua potensi keaneka-ragaman hayati dari pulau Enggano mulai dari tumbuhannya, hewannya hingga keberadaan mikrobanya baik yang sudah maupun yang belum dimanfaatkan…”, ungkapnya.

Dijelaskan Amir, hasil pendataan dan penelitian tersebut akan di-screen jenis yang sudah diketahui dan mana yang belum diketahui serta jika yang belum diketahui berarti itu jenis baru yang menjadi target penelitian.

“…Setelah diketahui jenis-jenisnya, sudah dideskripsi dan yang baru kita akan mencari potensi yang ada dalam hewan, tumbuhan dan mikroba tersebut yang bisa digunakan untuk obat-obatan, sumber pangan alternatif dan sumber energi alternatif…”, jelasnya.

Ditambahkan Amir, tujuan lain ekspedisi penelitian tersebut yakni untuk mencari sumber material kayu. Dimana salah satu contohnya keberadaan kayu Merbau yang sudah dimanfaatkan masyarakat Enggano perlu dilakukan pengkajian secara keilmuan, terutama dari kekuatan kayu Merbau tersebut.

“…Penelitian kita ini juga melibatkan pakar keilmuan dibidangnya dan upaya penelitian yang dilakukan LIPI ini difokuskan untuk pulau-pulau terluar, karena memang pemerintah pusat saat ini menitik beratkan pada potensi pulau-pulau terluar…”, pungkasnya.

( Oleh : Red.NRMnews.com / Dwi Pravita – Editor : A.Dody.R ).

Sumber : NRM NEWS

Leave a Reply