46 Peneliti LIPI Gelar Riset di Pulau Enggano

posted in: Enggano | 0

Gdg LIPI

BENGKULU – Sebanyak 46 peneliti akan mengungkap keanekaragaman hayati di pulau terluar Provinsi Bengkulu di Kecamatan Enggano dalam Ekspedisi Widya Nusantara yang diprakarsasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Penelitian akan berlangsung selama 16 hari.

“Enggano itu unik tidak pernah tergabung dengan Pulau Sumatera. Banyak endemik yang hanya ditemukan di Enggano. Nanti kita akan mengetahui apa yang bisa digunakan untuk obatan, sumber pangan alternatif serta sumber energi alternatif,” kata Amir Hamidy, Koordinator Peneliti Keanekaragaman Hayati LIPI, Jumat (17/4/2015).

Ia menambahkan, dalam ekspedisi hewan yang ada di pulau tersebut akan diteliti. Menurutnya, tim juga akan meneliti kayu merbau Pulau Enggano, mulai dari kekuatan kayu serta lainnya. Tidak hanya itu, peneliti akan meneliti jenis-jenis kayu lainnya.

“Kita belum tahu kekuatan kayu merbau itu makanya dalam hal ini kita melibatkan pakar dalam perkayuan untuk meneliti kekuatan kayu tersebut, serta mencari-cari kayu-kayu lain yang dapat digunakan untuk bangunan,” jelas Amir.

Bukan hanya melakukan penelitian keanekaragaman hayati, lanjut Amir, nantinya di Pulau Enggano juga akan dilakukan penelitian kebumian menyangkut kelautan. Bahkan, kata dia, tim akan meneliti ilmu pengetahun sosial kemanusian, seperti adat istiadat dan bahasa Enggano yang sudah mulai langka.

“Untuk penelitian ilmu kebumian akan dilakukan bulan Mei yang mana akan melibatkan 19 peneliti, sementara ilmu sosial kemanusiaan bulan Juni melibatkan 9 peneliti. Kami yang berangkat hari ini adalah gelombang pertama, rencananya kita melakukan penelitian selama 16 hari,” terang Amir.

Lantas kenapa harus Pulau Enggano? Amir menjelaskan, saat ini pemerintah tengah menitik beratkan penelitian di pulau-pulau terluar Indonesia. “Jika sudah memiliki data sumber daya hayati dan sumber daya manusia, maka negara luar sudah tidak bisa lagi mengklaim pulau tersebut,” pungkasnya.

Sumber : OKEZONE

Leave a Reply