LIPI: Banyak potensi alam Indonesia belum terungkap!

posted in: Uncategorized | 0
Diskusi Publik LIPI. ©2015 Merdeka.com
Diskusi Publik LIPI. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com – Banyak potensi alam yang sebenarnya belum terungkap di Indonesia. LIPI, mencoba menelusuri potensi Indonesia yang belum terkuak dengan melakukan ekspedisi ke Pulau Enggano dan Gunung Tambora.

LIPI, menurut Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain, mengatakan perjalanan ekspedisi ini akan menguak potensi sumber daya hayati, keunikan budaya, potensi kelautannya, dan sosial di sana.

Dipilihnya kedua tempat itu, karena memiliki keunikan tersendiri, sehingga perlu untuk diteliti lebih dalam. “Misalnya, Pulau Enggano ini berada di Provinsi Bengkulu. Meski di wilayah Sumatera, Enggano ini tidak pernah bergabung dengan Sumatera sepanjang sejarah geologinya. Enggano tingkat endemisitas flora dan fauna yang tinggi dan memiliki nilai penting dilihat dari aspek geologi, ekologi, dan evolusi,” ujar Iskandar saat memaparkan tujuan ekspedisi ini di Kantor LIPI, Jakarta, (15/04).

Menariknya lagi, dikatakan Iskandar, Pulau sebelah barat Bengkulu ini, Enggano ini, terindikasi penduduknya memiliki keturunan ciri dari etnis Austronesia. Sehingga, lanjut dia, kalau dilihat dari keragaman hayati, budaya, tradisi, dan sejarah manusia, Enggano memiliki pemahaman yang berbeda, dari sejarah dan bahasa yang berbeda dengan yang ada di Bengkulu. Di jelajah Enggano, Tim Eksplorasi Enggano yang diiisi 50 orang terdiri dari 46 orang peneliti kebumian dan empat orang dokumentasi.

Sedangkan untuk Gunung Tambora, LIPI bekerjasama dan berpartisipasi sebagai bagian dari kegiatan NKRI yang diprakarsai oleh Kopassus TNI AD. Tim ini diisi oleh 16 orang, terdiri dari tujuh peneliti fauna, tujuh peneliti flora, dan dua peneliti mikroba. Tim ini akan menyisir Gunung Tambora selama 11 hari.

“Tahun 1815 lalu atau tepat 200 tahun, Tambora menjadi sebuah kenangan dunia yang tak terlupakan. Pada saat itu, Tambora meletus yang menyebabkan perubahan drastis, temperatur suhu turun 2 derajat. Gunung Tambora punya komposisi magma yang mempengaruhi tanah di sekitar, saya tidak tahu spesies endemik di sana, tapi perlu dicoba dengan ekspedisi ini,” tutur pria berkacamata ini. Dijadwalkan, Tim ini akan mulai diberangkatkan besok (16/04).

Sumber : Merdeka

Leave a Reply