102 Peneliti LIPI Diterjunkan Dalam Ekspedisi Enggano

posted in: Enggano | 0
102
DEPUTI Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Enny Sudarmonowati menyampaikan laporan saat pelepasan tim “Ekspedisi Enggano” dan “Ekspedisi Gunung Tambora” di Gedung LIPI, Jakarta, Rabu (15/4/2015) | AGUS IBNUDIN/PRLM

JAKARTA, (PRLM).- Sebanyak 102 peneliti dari sejumlah kedeputian di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) diterjunkan dalam ekspedisi ke Pulau Enggano yang termasuk dalam wilayah Provinsi Bengkulu. Tim pertama berasal dari Kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati akan berangkat ke Enggano pada Kamis (16/4/2015).

“Tim dari Kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati berjumlah 50 orang. Mereka akan berada di sana selama 20 hari,” ujar Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Enny Sudarmonowati pada sela-sela pelepasan tim di Gedung LIPI, Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Dijelaskan dia, anggota tim lainnya berasal dari Kedeputian Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, khususnya dari Pusat Penelitian Oseanografi, sebanyak 43 orang dan dijadwalkan berangkat pada Mei 2015. Lalu, dari Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemasyarakatan LIPI sebanyak 9 orang dan dijadwalkan berangkat pada Juni 2015.

Enny menyebutkan, Kepulauan Indonesia memiliki potensi besar yang belum terungkap, baik sumber daya alam hayati, keunikan budaya, dan potensi kelautannya. Termasuk di Pulau Enggano, sumber daya alam hayati atau “bioresources”-nya belum banyak diketahui.

Menurut Enny, kegiatan eksplorasi ini untuk menyingkap potensi Pulau Enggano. “Pengumpulan data tentang keanekaragaman hayati Pulau Enggano sangat penting dan harus segera dilakukan sebagai langkah awal dan landasan yang kuat bagi langkah berikutnya, yaitu pemanfaatan ‘bioresources’ untuk kepentingan ekonomi bangsa atau ‘bioprospecting’,” katanya.

Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain dalam sambutan pelepasan tim menuturkan, dipilihnya Pulau Enggano sebagai destinasi ekspedisi karena pulau ini merupakan pulau samudera (Oceanic Island) yang tidak pernah bergabung dengan Pulau Sumatera sepanjang sejarah geologinya.

“Pulau Enggano memiliki tingkat endemisitas flora dan fauna yang tinggi dan memiliki nilai penting dilihat dari aspek geologi, ekologi, dan evolusi,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, Pulau Enggano beserta perairannya merupakan jalur perdagangan internasional dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang mempunyai nilai penting dalam aspek geopolitik dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah.

Iskandar menyebutkan, pulau ini juga memiliki bahasa dan adat istiadat yang unik yang berbeda dengan wilayah Sumatera pada umumnya. “Dengan segenap keunikan potensi sumber daya alam dan budayanya, pulau ini diharapkan dapat menjadi model percontohan pengelolaan pulau kecil di wilayah nusantara,” katanya.

Selain Ekspedisi Enggano, LIPI juga akan berpartisipasi dalam “Ekspedisi Gunung Tambora 2015” sebagai bagian dari kegiatan Ekspedisi NKRI yang diprakarsai oleh Kopassus TNI AD. Sebanyak 16 orang diterjunkan dalam Ekspedisi NKRI ke Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Tim yang beranggotakan para peneliti dari Kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI itu dijadwalkan berangkat pada Kamis (16/4/2015) dan akan berada di lokasi penelitian selama lebih kurang 15 hari. Tim diketuai oleh Peneliti Puslit Biologi LIPI Cahyo Rahmadi.

“Anggota tim terdiri peneliti dan teknisi yang akan meneliti kekayaan dan potensi flora, fauna, dan mikroba di Gunung Tambora,” kata Cahyo Rahmadi pada kesempatan konferensi pers.

Sebagaimana diketahui, Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa itu telah menorehkan sejarah dalam peradaban manusia sekitar 200 tahun lalu, yaitu berupa terjadinya letusan dahsyat.

Cahyo yang merupakan pakar seputar laba-laba itu berharap, Ekspedisi NKRI ini dapat memberikan gambaran potensi hayati di Gunung Tambora dan memperoleh temuan-temuan baru yang penting untuk ilmu pengetahuan seperti spesies baru maupun bahan aktif baru.(Agus Ibnudin/A-147)***

Sumber – Pikiran Rakyat

Diunggah – Pramono

Leave a Reply