Ekspedisi LIPI Siap Ungkap Misteri Tambora dan Enggano

posted in: Enggano, Tambora | 0
Ungkap
Panorama alam di Puncak gunung Tambora (2.851 mdpl), Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (31/8/2014). (VIVAnews/Muhamad Solihin)

Ekspedisi ini dinamai Tim Ekspedisi Bioresources Indonesia.

VIVA.co.id – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), secara resmi akan melakukan ekspedisi ke Pulau Enggano dan Gunung Tambora. Ekspedisi ini dilakukan, untuk mengungkap potensi besar yang belum terungkap, baik sumber daya hayati, keunikan budaya, dan potensi kelautannya di Pulau Enggano dan Gunung Tambora.

Penelitian kedua tempat itu diberi nama, Tim Ekspedisi Bioresources Indonesia. Ekspedisi tersebut dibagi ke dalam dua tim, yakni Tim Eksplorasi Enggano dan Tim Ekspedisi NKRI Nusa Tenggara. Kedua tim ini, direncanakan akan memulai ekspedisinya esok hari.

Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain, menjelaskan Pulau Enggano dan Gunung Tambora menjadi pilihan tim ekspedisi. Kedua tempat tersebut, kata Iskandar, memiliki keunikan tersendiri, sehingga perlu untuk diteliti lebih dalam.

“Pulau Enggano ini berada di Provinsi Bengkulu. Meski di wilayah Sumatera, Enggano ini tidak pernah bergabung dengan Sumatera sepanjang sejarah geologinya. Enggano tingkat endemisitas flora dan fauna yang tinggi dan memiliki nilai penting dilihat dari aspek geologi, ekologi, dan evolusi,” ujar Iskandar di Gedung Sasana Widya Sarwono, LIPI, Jakarta, Rabu, 15 April 2015.

Selain itu juga, Enggano ini, dikatakan Iskandar, ada indikasi awal Pulau Enggano penduduknya memiliki keturunan ciri dari etnis Austronesia. Sehingga, lanjut dia, kalau dilihat dari keragaman hayati, budaya, tradisi, dan sejarah manusia, Enggano memiliki pemahaman yang berbeda, dari sejarah dan bahasa yang berbeda dengan yang ada di Bengkulu.

“Di sisi lain, laut di sekitar Pulau Enggano ini ramai dilintasi oleh pelayaran internasional, sehingga perlu diteliti lebih dalam lagi,” kata dia.

Sementara untuk Gunung Tambora, LIPI ingin berpartisipasi dalam ekspedisi Gunung Tambora sebagia bagian dari kegiatan NKRI yang diprakarsai oleh Kopassus TNI AD.

Seperti diketahui, Tambora ini terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dimana pernah meletus dengan ketinggian 2.800 meter di atas permukaan laut, sehingga menyebabkan tahun tanpa musim panas di Eropa.

“Tahun 1815 lalu atau tepat 200 tahun, Tambora menjadi sebuah kenangan dunia yang tak terlupakan. Pada saat itu, Tambora meletus yang menyebabkan perubahan drastis, temperatur suhu turun 2 derajat. Gunung Tambora punya komposisi magma yang mempengaruhi tanah di sekitar, saya tidak tahu spesies endemik di sana, tapi perlu dicoba dengan ekspedisi ini,” tutur pria berkacamata ini.

Dijadwalkan, dua tim ekspedisi LIPI ini dalam melakukan penelitian jangka waktunya berbeda. Tim Eksplorasi Enggano yang diiisi 50 orang terdiri dari 46 orang peneliti kebumian dan empat orang dokumentasi. Tim ini akan menjelajah Pulau Enggano selama 20 hari dengan menelan biaya sekitar Rp500-700 juta.

Sedangkan, untuk Tim Ekspedisi NKRI Nusa Tenggara akan diisi oleh 16 orang, terdiri dari tujuh peneliti fauna, tujuh peneliti flora, dan dua peneliti mikroba. Tim ini akan menyisir Gunung Tambora selama 11 hari, dimana menganggarkan dana sekitar Rp300 juta.

Oleh : Amal Nur Ngazis, Agus Tri Haryanto

Sumber : VIVA

Leave a Reply