15 Peneliti LIPI Gabung Ekspedisi NKRI Tambora

posted in: Tambora | 0
gunung
Gunung Tambora (paronamio)

JAKARTA (HN) –  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menurunkan 15 peneliti untuk bergabung dalam Ekspedisi NKRI Nusa Tenggara bersama Kopassus TNI AD mengungkap keragaman hayati di Gunung Tambora di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Letusan Tambora di 1815 menjadi sejarah dunia, menyebabkan perubahan drastis pada suhu bumi. Secara geologi Tambora memang menarik, saya berharap secara fisik dan konsep tim benar-benar siap sehingga waktu yang sedikit dapat efektif dan efisien di manfaatkan,” kata Kepala LIPI Iskandar Zulkarnaen saat melepas tim Ekspedisi Enggano dan Ekspedisi NKRI Tambora di Jakarta, Rabu.

Ia menantang peneliti-peneliti LIPI untuk menemukan spesies tumbuhan yang dapat menjadi indikator mineral tertentu. “Komposisi magma yang mempengaruhi tubuh Tambora apakah juga mempengaruhi spesies yang tumbuh di sana”.

Jika peneliti LIPI dapat menemukan indikasi tersebut, ia mengatakan akan memotong kompas tools dunia pertambangan. “Ini akan menjadi eksplorasi mahal”.

Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI Enny Sudarmonowati mengatakan LIPI telah memiliki MoU dengan Kopassus TNI AD untuk terlibat dalam Ekspedisi NKRI Nusantara, dan kali ini 15 peneliti akan melakukan penelitian selama 15 hari di Gunung Tambora.

“Itu memang jauh dari cukup karena dana penelitian dibatasi. Dengan keterbatasan itu LIPI coba untuk tetap melakukan penelitian secara terjadwal, termasuk melakukan Ekspedisi Enggano,” ujar dia.

Dalam ekspedisi bersama Kopassus di Tambora, menurut dia, juga melibatkan sejumlah mahasiswa yang sebelumnya telah diseleksi. “200 mahasiswa sudah diseleksi LIPI sebelumnya untuk kegiatan pendataan”.

Tim peneliti LIPI yang diketuai peneliti Pusat Penelitian (Puslit) Biologi LIPI Dr Cahyo Rahmadi akan mencoba mengungkap potensi hayati Tambora. Tim yang akan meneliti kekayaan dan potensi flora, fauna, dan mikroba di Gunung Tambora.

“Ekspedisi NKRI ini diharapkan dapat memberikan gambaran potensi hayati di Gunung Tambora dan memperoleh temuan-temuan baru yang penting untuk ilmu pengetahuan seperti spesies baru maupun bahan aktif baru.

Reportase : Antara
Editor : Krisman Purwoko

Leave a Reply