Tambora 2015 – LIPI mengungkap potensi hayati Gunung Tambora

posted in: Tambora | 0

TamboraGunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa semula berketinggian sekitar 4.300 meter, setelah mengalami letusan 200 tahun yang lalu, kini gunung Tambora hanya memiliki ketinggian 2.850 mdpl. Letusan yang maha dasyat menyebabkan tahun tanpa musim panas di daratan Eropa dan mengakibatkan terbentuknya kaldera selebar 6 kilometer dan sedalam 600-an meter. Peristiwa ini telah menorehkan sejarah dalam peradaban manusia.

Dalam rangka memperingati 200 tahun letusan Gunung Tambora, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia akan mengirimkan tim untuk mengungkap potensi hayati di gunung yang pernah mengguncang dunia ini. Tim LIPI yang dipimpin oleh Dr. Cahyo Rahmadi akan bergabung bersama tim Ekspedisi NKRI Subkorwil-4 Bima. Ekspedisi Tambora 2015 beranggotakan 16 peneliti dan teknisi yang akan meneliti kekayaan dan potensi flora, fauna dan mikroba di Gunung Tambora.

Tim LIPI akan berada di lokasi selama 15 hari untuk meneliti serangga, laba-laba dan kerabatanya, mamalia, herpetofauna, burung, dan fauna akuatik. Selain itu, tim juga akan mengungkap keanekaragaman lumut, paku-pakuan, dan tumbuhan besar. Potensi mikroba seperti jamur, bakteri dan jasad renik lainnya juga akan diungkap kekayaannya selama kegiatan.

Hasil kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran potensi hayati di Gunung Tambora dan memperoleh temuan-temuan baru yang penting untuk ilmu pengetahuan seperti spesies baru maupun bahan aktif baru. Kegiatan ini juga sebagai bentuk komitmen LIPI untuk menyukseskan kegiatan Ekspedisi NKRI yang diprakarsai oleh KOPASSUS TNI AD. **

Kontak: Dr. Cahyo Rahmadi

HP: 081310919413

Email: cahyo.rahmadi@lipi.go.id atau cahyo.rahmadi@gmail.com

Artikel ini ditulis oleh Sri Handayani (Humas Puslit Biologi – LIPI) : 15 April 2015

Leave a Reply