Ekspedisi Lengguru ungkap biodiversitas leher kepala burung

posted in: Lengguru | 0
Leher Kepala Burung
Ilustrasi Pantai Wisata Papua Pantai Saupapir, Tanjung Kasuari, Sorong, Papua Barat. (ANTARA FOTO/CHANRY ANDREW SURIPATTY)

“Penelitian dilakukan di laut dan darat, semua di kawasan (kabupaten) Kaimana. Kami menjelajah dari -100 meter di laut hingga 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl),”
Jakarta (ANTARA News) – Ekspedisi Lengguru 2014 yang dilakukan tim gabungan terdiri dari 77 peneliti dan teknisi Indonesia dan asing berhasil mengungkap biodiversitas kawasan laut dan terestrial di bagian leher dari Kepala Burung di Papua Barat.

“Penelitian dilakukan di laut dan darat, semua di kawasan (kabupaten) Kaimana. Kami menjelajah dari -100 meter di laut hingga 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata koordinator tim peneliti Ekspedisi Lengguru 2014 dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Gono Semiadi di Jakarta, Jumat.

Tim gabungan peneliti dan teknisi dari LIPI, Institute of Research for Development (IRD) Prancis, Akademi Perikanan Sorong, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kaimana, Universitas Negeri Papua, Universitas Cendrawasih, dan Universitas Musamus yang melakukan ekspedisi selama 36 hari, dari 17 Oktober hingga 20 November 2014.

Ia mengatakan berhasil mengumpulkan data ratusan spesies ikan, krustasea, tumbuhan laut, burung, serangga, reptil, dan tumbuhan yang beberapa diantaranya endemik dari Papua dan merupakan kandidat spesies baru.

“Kita memperkirakan maksimal 50 (kandidat spesies baru) dari berbagai takson di luar yang botani dan maritim,” ujar Gono.

Menurut dia, butuh waktu enam hingga satu tahun untuk dapat memastikan spesies baru, dan semua bergantung pada riset lanjutan dan ketersediaan pakar.

“Kalau ahli spesies itu banyak, untuk memutuskan itu spesies baru bisa cepat, enam bulan sampai satu tahun. Tapi kalau ahlinya sedikit, keputusan itu spesies baru atau bukan bisa lama,” katanya.

Ia berharap dalam waktu satu tahun 50 hingga 60 persen data spesies yang diperoleh dari ekspedisi ini terjawab, artinya dapat diketahui adakah spesies baru yang berhasil ditemukan oleh tim gabungan.

Sementara itu, ketua tim Ekspedisi Lengguru 2014 dari IRD Laurent Pouyaud mengatakan ekspedisi ilmiah yang dilakukan tim gabungan ini bernaung pada Protokol Akses pada Sumber Daya Genetik dan Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang yang tumbul dari pemanfaatannya berdasarkan Konversi Keanekaragaman Hayati di Nagoya 2010.

Tim, lanjutnya, akan melakukan analisis sampel biologi di laboratorium zoologi dan botani Pusat Penelitian (Puslit) Biologi LIPI di Cibinong, Jawa Barat. Sedangkan analisa barcoding molecular akan dilakukan bersama antara IRD dan LIPI melalui penyediaan peralatan pendukung di laboratorium yang ditempatkan di Puslit Biologi LIPI di Cibinong.

Editor: Ruslan Burhani

Artikel ini ditulis oleh NATARA NEWS : Jumat, 28 November 2014 20:10 WIB

Leave a Reply